Mutia Kymoot Thanks God, I'm sweet. Engkau sungguh Maha Indah, indahkanlah aku, Tuhan.

Rabu, 08 Mei 2013

Macro : Cinta Segitiga Semut Merah


            4 Mei 2013.....
Sabtu sore menjelang malam minggu, aku memacu si kuda hitam menyusuri jalanan. Ciye... yang mau malem mingguan, malem mingguan sama siapa tuhh (malem minggu ki wuopoh?!!! Banyak Tuna Asmara yang bertebaran, jadi jangan sebut “malem minggu”, tapi “sabtu malam”, simak soundcloud ini deh ==> Horornya Malem Minggu
Ini aku mau capcus ke rumahnya mas Fosil, hah ngapain?? #NahLoh udah zuudzon kan.... Sore ini aku mau melanjutkan rencana yang tertunda dulu sebelum adekku kecelakaan. Udah janjian sama mas Cemy buat belajar motret semut ngangkrang. Nah, sebelumnya aku nyari2 semut disekeliling kebon sekitar rumahku tapi gak ada. Padahal dulu itu banyak, gak tau pada kemana itu semut. Mungkin aku udah gak manis lagi ya, jadi gak ngeruyuk aku lagi #Eh focus... focus!! Kebetulan di tempat mas Fosil ada dan kita memutuskan untuk disana.
Dan ternyata semut – semut ternyata punya kisah loh, simak deh :)
Seekor semut bernama Dion, lengkapnya sih Sardiyono, tapi enakkan dipanggil Yono ya.... Yono sedang kena serangan 4G (Galau Gelisah Gundah Gulanah), karena Lastri, pacar yang ia sayangi ternyata bermain hati dengan lelaki lain, sebut saja dia Supri. Ini dia....

Yono
Lastri
Supri
Kalo kumpul jadi satu, ini mana yang Yono, mana yang Lastri dan mana yang Supri yaa -____-
Awalnya Yono tidak sengaja memergoki Lastri dan Supri yang sedang memadu kasih.
Pedih
Pedihnya lagi, Lastri  secara terang – terangan bermesraan dengan Supri. Di depan matanya, tanpa tedeng aling – aling.
Segera Yono mendatangi Supri. Merebut Supri dari pelukan Lastri, eh kebalik.... merebut Lastri dari pelukan Supri.
Yono menyeret Lastri dan mencercanya.
“Kamu itu tega!! Kamu itu tau gak sih kalau kamu itu udah nyakitin aku. Aku itu sayang banget sama kamu. Tapi apa??? kamu malah kayak gini,” kata Yono dengan penuh emosi.
 “Kamu yang gak peka!! Kamu gak pernah peduli sama aku. Kamu gak pernah bisa ngertiin aku. Dan dia lebih bisa ngertiin aku dari pada kamu,” jawab Lastri tidak terima.

“Terus mau kamu gimana?” tanya Yono.
“Kita putus!!!” lalu Lastri pergi meninggalkan Yono.
Yono sedih. Yono tidak menyangka Lastri akan mengucapkan kata “putus” itu. Yono frustasi. Hatinya remuk. Lastri, wanita yang ia cintai ternyata setega itu. Fikirannya kacau.
“Kalau kayak gini caranya, lebih baik aku mati saja,” kata Yono putus asa. Yono bersiap untuk lompat ke bawah dari tempat ia berdiri.
“Jangaaaaannnn,” teriak Lastri. Yono menoleh.
“Kenapa kamu masih disini Las? Kamu udah mutusin aku  dan aku udah bukan siapa – siapa kamu,” teriak Yono penuh emosi.
 “Jangan Yon!! Iya, aku marah sama kamu. Aku capek Yon, aku lelah, kamu selalu cuek sama aku. Kamu lebih mentingin teman – teman kamu dari pada aku. Dan dia, Supri. Dia selalu ada waktu buat aku. Dia gak kayak kamu. Dia selalu ada buat aku. Tapi, aku ga mau kehilangan kamu dengan cara yang kayak gini Yon. Aku masih sayang sama kamu,” kata Lastri sambil menangis, membujuk Yono agar tidak lompat.
Ini ketika Lastri dicuekin, Yono asik dengan teman temannya
Yono pun luluh, mereka pun berpelukan.
Melihat Yono dan Lastri, Supri pun pergi meninggalkan mereka

Supri merenung. Kenapa dia harus mencintai wanita yang sudah mempunyai pacar. Kenapa harus Lastri? Kenapa aku harus sayang sama dia.
Lastri mendekati Supri.
“Supri, maaf. Aku gak beraksud mempermainkan perasaanmu. Maaf aku membuatku dalam posisi yang seperti ini.” Kata Lastri menyesal. “Tapi aku senang mengenalmu. Kau baik Pri. Aku nyaman sama kamu.” Lanjut Lastri.
“Lasri, apakah kamu bisa mencintai 2 orang sekaligus? Menempatkan 2 orang di dalam hatimu Las? kata Supri. “Maaf, baiknya aku pergi aja dari kehidupanmu Las. Aku ikhlas kamu dengan Yono. Tidak pada tempatnya aku diantara kalian.” #Backsound D’masive ~ Di antara Kalian.
Lastri menatap Supri. Ia ingin mengejar Supri yang pergi meninggalkannya tapi Yono ada dibelakangnya. Menahannya.
Supriiiiiiiiii!!!!
Lastri hanya bisa memandangi kepergian Supri. Iya, dia sangat merasa bersalah karena telah menyakiti Supri. Supri yang baik, Supri yang selalu perhatian sama dia. Supri yang selalu ada buat dia. Supri yang bisa membuatnya merasa nyaman.
Tapi Lastri berfikir, tidak bisa dia seperti ini terus. Tidak boleh dia masih menjalin hubungan dengan Yono lalu dia juga memberikan harapan kepada Supri. Supri yang baik itu tidak pantas juga denganku, dia terlalu baik, dan tidak sepantasnya aku menyakiti hatinya. Dan semua sudah pada porsinya masing – masing.
Teringat semua kebersamaannya dengan Supri.
 
Ya, Supri, terimakasih untuk kebersamaan kita. Semua tentangmu akan ku kenang, menjadi sebuah album yang akan ku simpan rapi di hatiku. Jika memang Tuhan tidak mengijinkan kita bersama, aku berharap kamu mendapati jalanmu sendiri yang terbaik untukmu. Karena kita mungkin tidak di takdirkan untuk berjalan bersama pada jalan yang sama.
Lastri pun tersenyum, dan kembali ke pada Yono. Yono yang mencintainya.
Lalu Mutiyaa dan Cemy malem mingguan bareng. #Eh
#NahLoh
(Niatnya cuma mau mbeliin tas sama sepatu buat Mukhlis. Lalu ada yang nemenin. Dan jadi modus. #Eh. Eh ora lho.....;)
TAMAT.

6 komentar:

  1. Cerdas membuat ceritanya menjadi hidup dan menarik. Jempok 4 deh

    BalasHapus
  2. wah bagus banget perpaduan cerita sama fotonya
    di tunggu cerita2 lainnya lagi :)

    BalasHapus