Sabtu pagi, 2 Maret 2013....
Antara “nyinom” dan “hunting”....
Akhirnya aku memilih
untuk hunting :D (abot le motret cahh... jare “bojo muring tetep hunting” nek
rung ndue bojo gek opo yo #Duh #TunaAsmara
Yiha...
Siapkan
senjata (kamera, tripod, filter ND (ND ala kaca riben, tiru – tiru ide kreatip e mas Jodi :D, dompet, hape, air minum,
P3K, camilan, bedak, handbody dan keperluan cewek lainnya). Jam 08.00 WIB kita
berempat (Mutiyaa, Fosil, Cemi, Wahid) capcus “blusukan”. Hari ini kita mau mblusuk ke Luweng Sampang, yang katanya
masih dalam peta Gunungkidul. Menurut simbah google Luweng sampang ini terletak di Dusun Luweng, Desa Sampang, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul.
Tapi diantara kita berempat belum ada yang tau tempatnya.
Weittsss... kita, para pendekar ini gak bakal kalah dong sama kata “gak tau tempatnya”. Meskipun
dengan modal peta buta dan GPC (Global Potition Cocot :D) kita tetep capcus kesana dengan tekad yang bulat.“Jangan
blusukan kalau gak mau keblasuk” kata mas Fosil.
Kita
lewat Desa Ngoro – oro, Patuk, jadi perempatan yang ke arah Gunung Api Purba
Nglanggeran itu kalo dari arah barat (Patuk) itu lurus, kalau dari arah
Nglanggeran belok kanan dan nanjak (cari jalan yang deket :D)
Jalan
syudah beraspal dan halus, tapi mendaki gunung lewati lembah, dan penuh turunan
turunan tajam, jadi ban, rem motor dan semua kondisi motor harus dicek dulu
ya....
Dengan
modal insting kita terus mengikuti jalan beraspal dan ada SD yang nama
alamatnya “Sampang”, langsung aja aku berhenti dan tanya sama Bapak bapak yg
ada dipinggir jalan.





